Rabu, 22 Januari 2014

Konsep Restoran Unik di Jepang

Hallo,, Selamat Pagi,Siang,Sore,Malam (tergantung yang baca ya, hehehehe :D) Kali ini saya akan mengepost tentang “Konsep Restoran Unik di Jepang” ini diaaaa!!!!!!

Menurut data yang bersumber dari Ministry of International Trade and Irndustry, pada tahun 2010 Jepang memiliki sekitar 470.000 yang tersebar di seluruh negeri. Hal ini menjadikan Jepang sebagai negara yang memiliki jumlah restoran terbanyak di dunia. Di sisi lain, Jepang juga merupakan negara yang baik budaya tradisional maupun budaya pop-nya seperti anime, manga, cosplay berkembang. Meski termasuk kecil, kekayaan alam Jepang cukup beranekaragam. Perpaduan semuanya menghasilkan konsep unik. Berikut adalah Konsep Restoran Unik di Jepang.

1. Restoran di Atas Awan



Bayangkan sebuah tempat semi realis, dimana anda dapat menyantap makanan dengan pemandangan lautan awan atau samudra di atas awan terhamar di depan Anda. Bukan awan sintetis dari dry ice maupun hasil rekayasa uap air, Unkai Terrace do Tomamu resort, Hokkaido, menyajikan sebuah pengalaman kuliner dengan lautan awan yang terjadi secara natural.



Berterimakasihlah pada sumber mata air panas yang di area resor yang ketika mengalami perbedaan temperatur beberapa jam ketika malam berganti pagi, membentuk selimut awan putih yang menutupi pegunungan di sekitarnya. Anda dapat mengakses Unkai Terrace menggunakan gondola seharga Rp 200 ribu untuk menikmati secangkir kopi maupun sup sambil menyaksikan matahari terbit. Jangan lupa untuk mengambil foto berlatarbelakang puncak Gunung Hidaka dan Todachi menyembul di 
antara selimut awan.





2. Kayabuki


Selain terkenal sebagai ibukota gyoza-sejenis dimsum ala Jepang. Utsunomiya terletak berdekatan dengan dengan pegunungan Tochigi. Gunung ini banyak dihuni kera. Maka tak Heran apabila gambar-gambar kera menghiasi berbagai tempat termasuk restoran di seluruh penjuru kota. Namun ada yang unik tentang restoran Kayabuki. Di sini Anda juga dapat menemukan 2 kera Macaque, Yatchan dan Fukuchan, yang siap sedia melayani Anda dengan kacang edamame.

Kedua kera ini adalah peliharaan pemilik restoran Kayabuki . Fuku-chan yang berusia lebih kecil biasa bekerja di shift pertama. Kera ini didandani bagaikan seorang waitress dengan topeng wanita dan baju manis. Job desc-nya adalah mengantarkan handuk panas oshiburi untuk membersihkan tangan pengunjung sebelum mereka memesan mnuman. Sedangkan Yatchan, yang bekerja di shift berikutnya, didandani seperti waiter. Selain menghantarkan handuk, Yatchan juga dapat mengantar minuman bagi pengunjung.






3. Restoran Pohon


Restoran Gajumaru seoulah membawa dunia dongeng menjadi kenyataan. Anda dapat menemukan restoran rumah pohon ini dengan mudah di dekat pelabuhan Naha, Okinawa. Terletak 60m di atas tanah, Gajumaru berdiri di antara lilitan cabang-cabang pohon Banyan raksasa buatan. Untuk dapat masuk ke restoran ini, Anda dapat menggunakan lift ataupun tangga ulir yang tersedia. Setelahnya, Anda dapat menikmati makanan dengan pemandangan pelabuhan Naha dari kaca jendela.

Gajumaru menyediakan menu shabu-shabu. Merebus makanan diatas meja makanan ala Asia yang hampir sama sepertu fondue di Barat. Jika Anda belum pernah mencoba shabu-shabu dan tak bisa berbahasa Jepang, jangan khawatir, Anda tetap dapat membaca panduan memasak yang tersedia, ditulis dengan bahasa inggris. Sebagian info harga shabu-shabu di sini berkisar dari 1000 Yen hingga 2000 Yen.


4. Maid Cafe

Mulai tahun 1998, Maid Cafe dapat Anda temukan di seluruh penjuru Jepang. Para pelayan wanita berpakaian ala kostum pelayan seperti karakter anime yang terkenal, disebut juga Cosplay.

Pengunjung Maid Cafe kebanyakan adalah lelaki Otaku. Selain melakukan pekerjaan standar seperti waiterss pada umumnya para maid juga memanggil pelanggan dengan sebutan “master”, menemani bermain, memberi jasa Manicure dan menangis ketika customer pergi.

Namun sebagian lelaki otaku, restoran dengan pelayan wanita sungguh rasanya belum cukup memenuhi fantasi mereka. Di Kigurumi Cafe Aokazetei, memiliki waiterss yang memakai kostum anime, “Dollers”. Para dollers ini tidak akan berbicara pada customer, hanya berkomunikasi dengan munulis di whiteboard. Ada 10 Dollers di Kigurumi, yang berganti setiap 2 jam sekali.











5. Restoran Ninja


Restoran ini terletak di Akasaka, Tokyo, restoran ini menyajikan pengalaman makan dengan hiburan aksi sulap para ilusionis yang secara langsung akan menapilkan kepiawaianya dengan mendatangi meja anda.

Memasuki restoran ini bagaikan membawa anda ke desa di jaman Edo pada abad ke 17 untuk menuju ruang makan, anda akan dipandu oleh pegawai berpakain ninja melalui “Pintu rahasia” memalui jembatan yang dapat diangkat, mendengar suara air yang memalui bebatuan di kolam dan jalan yang sempit setelah itu anda akan memilih santapan kesukaan anda dari menu yang berbentuk scroll. 




Restoran ninja menawarkan berbagai jenis cocktail dan makanan mulai dari potongan sapi Kobe, dan berbagai jenis Shushi yang anda dapat nikmati dengan merogoh kocek hingga US $200 per orang, wowwwww!!!!! Mahalnya. Jangan heran ketika anda menemui beberapa cocktail maupun sup yang di tambahkan suplemen Collagen fad yang dipercaya baik untuk kulit dan penampilan keseluruhan

6. Alice in Wonderland

Untuk masuk kesini anda akan melalui pintu besar dengan wallpaper buku cerita “Alice in Wonderland”, menuntun anda ke koridor lubang kelinci.

Restoran ini dihias dengan kartu Remi besar besar di bagian langit-langitnya, lampu yang terbuat dari topi Funky seperti topi Madhatter dan bentuk boot yang seperti cangkir teh. Menunya seperti miniatur Dorama, yang membuat anda seperti raksasa. Makanannya ada yang memiliki bentuk seperti kaca yang bisa dimakan, muka kucing Cheshire dan sebuah catatan kecil bertuliskan “Eat Me!”.

Jika anda ingin berkunjung, Anda dapat menuju Taiyo Building, Ginza, Jepang. Disana anda dapat juga mengunjungi Restoran tetangganya yang tak kalah menarik, Vampire cafe.
Konsep restoran di Jepang dapat menunjukan eksistensinya dengan konsisten, bahkan selama bertahun tahun.









Sekian dari saya, mohon maaf jika ada kesalahan, dadahhhhh!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar