Menurut data yang bersumber dari Ministry of
International Trade and Irndustry, pada tahun 2010 Jepang memiliki sekitar
470.000 yang tersebar di seluruh negeri. Hal ini menjadikan Jepang sebagai
negara yang memiliki jumlah restoran terbanyak di dunia. Di sisi lain, Jepang
juga merupakan negara yang baik budaya tradisional maupun budaya pop-nya seperti anime, manga, cosplay berkembang. Meski termasuk kecil, kekayaan
alam Jepang cukup beranekaragam. Perpaduan semuanya menghasilkan konsep unik.
Berikut adalah Konsep Restoran Unik di Jepang.
1. Restoran di Atas Awan
Bayangkan sebuah tempat semi realis, dimana anda dapat menyantap
makanan dengan pemandangan lautan awan atau samudra di atas awan terhamar di
depan Anda. Bukan awan sintetis dari dry
ice maupun hasil rekayasa uap air, Unkai Terrace do Tomamu resort,
Hokkaido, menyajikan sebuah pengalaman kuliner dengan lautan awan yang terjadi
secara natural.
Berterimakasihlah pada sumber mata air panas yang di area resor yang
ketika mengalami perbedaan temperatur beberapa jam ketika malam berganti pagi,
membentuk selimut awan putih yang menutupi pegunungan di sekitarnya. Anda dapat
mengakses Unkai Terrace menggunakan gondola seharga Rp 200 ribu untuk menikmati
secangkir kopi maupun sup sambil menyaksikan matahari terbit. Jangan lupa untuk
mengambil foto berlatarbelakang puncak Gunung Hidaka dan Todachi menyembul di
antara selimut awan.
2. Kayabuki
Selain terkenal sebagai ibukota
gyoza-sejenis dimsum ala Jepang. Utsunomiya terletak berdekatan dengan dengan
pegunungan Tochigi. Gunung ini banyak dihuni kera. Maka tak Heran apabila
gambar-gambar kera menghiasi berbagai tempat termasuk restoran di seluruh
penjuru kota. Namun ada yang unik tentang restoran Kayabuki. Di sini Anda juga
dapat menemukan 2 kera Macaque, Yatchan dan Fukuchan, yang siap sedia melayani
Anda dengan kacang edamame.
Kedua kera ini adalah peliharaan
pemilik restoran Kayabuki . Fuku-chan yang berusia lebih kecil biasa bekerja di
shift pertama. Kera ini didandani
bagaikan seorang waitress dengan
topeng wanita dan baju manis. Job desc-nya
adalah mengantarkan handuk panas oshiburi untuk membersihkan tangan pengunjung
sebelum mereka memesan mnuman. Sedangkan Yatchan, yang bekerja di shift berikutnya, didandani seperti
waiter. Selain menghantarkan handuk, Yatchan juga dapat mengantar minuman bagi
pengunjung.
3. Restoran Pohon
Restoran Gajumaru seoulah membawa dunia
dongeng menjadi kenyataan. Anda dapat menemukan restoran rumah pohon ini dengan
mudah di dekat pelabuhan Naha, Okinawa. Terletak 60m di atas tanah, Gajumaru berdiri
di antara lilitan cabang-cabang pohon Banyan raksasa buatan. Untuk dapat masuk
ke restoran ini, Anda dapat menggunakan lift
ataupun tangga ulir yang tersedia. Setelahnya, Anda dapat menikmati makanan
dengan pemandangan pelabuhan Naha dari kaca jendela.
Gajumaru menyediakan menu shabu-shabu.
Merebus makanan diatas meja makanan ala Asia yang hampir sama sepertu fondue di Barat. Jika Anda belum pernah
mencoba shabu-shabu dan tak bisa berbahasa Jepang, jangan khawatir, Anda tetap
dapat membaca panduan memasak yang tersedia, ditulis dengan bahasa inggris.
Sebagian info harga shabu-shabu di sini berkisar dari 1000 Yen hingga 2000 Yen.
4. Maid Cafe
Mulai tahun 1998, Maid Cafe dapat Anda
temukan di seluruh penjuru Jepang. Para pelayan wanita berpakaian ala kostum
pelayan seperti karakter anime yang
terkenal, disebut juga Cosplay.
Pengunjung Maid Cafe kebanyakan adalah
lelaki Otaku. Selain melakukan pekerjaan standar seperti waiterss pada umumnya para maid juga memanggil pelanggan dengan
sebutan “master”, menemani bermain,
memberi jasa Manicure dan menangis
ketika customer pergi.
Namun sebagian lelaki otaku, restoran
dengan pelayan wanita sungguh rasanya belum cukup memenuhi fantasi mereka. Di
Kigurumi Cafe Aokazetei, memiliki waiterss
yang memakai kostum anime, “Dollers”. Para dollers ini tidak akan berbicara
pada customer, hanya berkomunikasi dengan munulis di whiteboard. Ada 10 Dollers
di Kigurumi, yang berganti setiap 2 jam sekali.
5. Restoran Ninja
Restoran ini terletak di Akasaka,
Tokyo, restoran ini menyajikan pengalaman makan dengan hiburan aksi sulap para
ilusionis yang secara langsung akan menapilkan kepiawaianya dengan mendatangi
meja anda.
Memasuki restoran ini bagaikan membawa
anda ke desa di jaman Edo pada abad ke 17 untuk menuju ruang makan, anda akan dipandu
oleh pegawai berpakain ninja melalui “Pintu rahasia” memalui jembatan yang
dapat diangkat, mendengar suara air yang memalui bebatuan di kolam dan jalan
yang sempit setelah itu anda akan memilih santapan kesukaan anda dari menu yang
berbentuk scroll.
Restoran ninja menawarkan berbagai jenis cocktail dan makanan
mulai dari potongan sapi Kobe, dan berbagai jenis Shushi yang anda dapat
nikmati dengan merogoh kocek hingga US $200 per orang, wowwwww!!!!! Mahalnya.
Jangan heran ketika anda menemui beberapa cocktail maupun sup yang di tambahkan
suplemen Collagen fad yang dipercaya baik untuk kulit dan penampilan
keseluruhan
6. Alice in Wonderland

Untuk masuk kesini anda akan
melalui pintu besar dengan wallpaper buku cerita “Alice in Wonderland”,
menuntun anda ke koridor lubang kelinci.
Restoran ini dihias dengan kartu Remi
besar besar di bagian langit-langitnya, lampu yang terbuat dari topi Funky
seperti topi Madhatter dan bentuk boot yang seperti cangkir teh. Menunya
seperti miniatur Dorama, yang membuat anda seperti raksasa. Makanannya ada yang
memiliki bentuk seperti kaca yang bisa dimakan, muka kucing Cheshire dan sebuah
catatan kecil bertuliskan “Eat Me!”.
Jika anda ingin berkunjung,
Anda dapat menuju Taiyo Building, Ginza, Jepang. Disana anda dapat juga mengunjungi
Restoran tetangganya yang tak kalah menarik, Vampire cafe.
Konsep restoran di Jepang
dapat menunjukan eksistensinya dengan konsisten, bahkan selama bertahun tahun.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar